CARA MENGATASI PENIPUAN ONLINE

Tak jarang korban-korban penipuan online hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan sejumlah uang yang terlanjur ia transfer ke penipu itu. Tapi sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan untuk melaporkan tindak penipuan tersebut. Berikut 3 Cara Melaporkan Penipuan Online yang bisa Anda lakukan:

1. Laporkan ke Kantor Polisi

Laporkan ke Kantor Polisi

Ya, Anda bisa langsung melaporkan tindak penipuan online yang terjadi pada Anda ke kantor polisi. Ada beberapa langkah-langkah yang wajib Anda lakukan ketika melapor ke kantor polisi:

CONTOH SKRIPSI GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PERAWATAN LUKA PASCA OPERASI DI RSUD WATES YOGYAKARTA

GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
PERAWATAN LUKA PASCA OPERASI
DI RSUD WATES YOGYAKARTA

Ditha Nugraha Nuryahuthama1, Sutjipto2, Abror Shodiq3
Email : dithanugrahanuryahuthama@gmail.com

INTISARI

Latar Belakang:
World Health Organization (2015) menyebutkan infeksi merupakan salah satu
penyebab angka kematian utama di dunia, salah satu infeksi tersebut adalah
infeksi nosokomial, Kepatuhan akan berpengaruh terhadap prilaku perawat dalam
melakukan tindakan pencegahan infeksi nosokomial

TOKOH PERAWAT DALAM ISLAM


Siti Rufaidah adalah perawat profesional Islam pertama dalam sejarah Islam. Rufaidah binti Sa’ad memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al Bani Aslam Al Khazraj, yang tinggal di Madinah, dia lahir di Yathrib dan termasuk kaum Ansar (golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah). Ayahnya seorang dokter, dan dia mempelajari ilmu keperawatan saat bekerja membantu ayahnya. Dan saat kota Madinah berkembang, Rufaidah mengabdikan diri merawat kaum muslim yang sakit, dan membangun tenda di luar Masjid Nabawi saat damai.


Biografi Siti Rufaidah Perawat Islam Pertama

Prof. Dr. Omar Hasan Kasule, Sr, 1998 dalam studi Paper Presented at the 3rd International Nursing Conference “Empowerment and Health: An Agenda for Nurses in the 21st Century” yang diselenggarakan di Brunei Darussalam 1-4 Nopember 1998, menggambarkan Rufaidah adalah perawat profesional pertama dimasa sejarah islam. Beliau hidup di masa Nabi Muhammad SAW di abad pertama Hijriah/abad ke-8 Sesudah Masehi, dan diilustrasikan sebagai perawat teladan, baik dan bersifat empati. Rufaidah adalah seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain. Dan digambarkan pula memiliki pengalaman klinik yang dapat ditularkan kepada perawat lain, yang dilatih dan bekerja dengannya. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal semata, namun juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Rufaidah adalah public health nurse dan social worker, yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam.

Saat perang Badar, Uhud, Khandaq dan Perang Khaibar dia menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. Dan mendirikan Rumah sakit lapangan sehingga terkenal saat perang dan Nabi Muhammad SAW sendiri memerintahkan korban yang terluka dirawat olehnya. Pernah digambarkan saat perang Ghazwat al Khandaq, Sa’ad bin Ma’adh yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat leh Rufaidah hingga stabil/homeostatis. 5)(Omar Hassan, 1998).

Rufaidah melatih pula beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat, dan dalam perang Khaibar mereka meminta ijin Nabi Muhammad SAW, untuk ikut di garis belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka, dan Nabi mengijinkannya. Tugas ini digambarkan mulia untuk Rufaidah, dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaaannya di bidang keperawatan dan medis.
Konstribusi Rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang. Namun juga terlibat dalam aktifitas sosial di komuniti. Dia memberikan perhatian kepada setiap muslim, miskin, anak yatim, atau penderita cacat mental. Dia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan. Rufaidah digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan empati sehingga memberikan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasiennya dengan baik pula. Sentuhan sisi kemanusiaan adalah hal yang penting bagi perawat, sehingga perkembangan sisi tehnologi dan sisi kemanusiaan (human touch) mesti seimbang. 5). Rufaidah juga digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus Sekolah Keperawatan pertama di dunia Isalam, meskipun lokasinya tidak dapat dilaporkan (Jan, 1996), dia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit (preventif care) dan menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan (health education).
Sejarah islam juga mencatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah seperti : Ummu Ammara, Aminah, Ummu Ayman, Safiyat, Ummu Sulaiman, dan Hindun. Beberapa wanita muslim yang terkenal sebagai perawat adalah : Ku’ayibat, Aminah binti Abi Qays Al Ghifari, Ummu Atiyah Al Ansariyat dan Nusaibat binti Ka’ab Al Maziniyat 6). Litelatur lain menyebutkan beberapa nama yang terkenal menjadi perawat saat masa Nabi Muhammad SAW saat perang dan damai adalah : Rufaidah binti Sa’ad Al Aslamiyyat, Aminah binti Qays al Ghifariyat, Ummu Atiyah Al Anasaiyat, Nusaibat binti Ka’ab Al Amziniyat, Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata8)
Ummu Ammara juga dikenal juga sebagai Nusaibat binti Ka’ab bin Maziniyat, dia adalah ibu dari Abdullah dan Habi, anak dari Bani Zayd bin Asim. Nusaibat dibantu suami dan anaknya dalam bidang keperawatan. Dia berpartisipasi dalam Perjanjian Aqabat dan perjanjian Ridhwan, dan andil dalam perang Uhud dan perang melawan musailamah di Yamamah bersama anak dan suaminya. Dia terluka 12 kali, tangannya terputus dan dia meninggal denan luka2nya. Dia terlibat dalam perang Uhud, merawat korban yang luka dan mensuplai air dan juga digambarkan berperang menggunakan pedang membela Nabi.

Sumber : http://bio.or.id/biografi-siti-rufaidah-perawat-islam-pertama/

PERAWAT YANG DICINTAI

Perawat itu Pembantu!

Mulai dari memandikan, menyuapi, hingga membersihkan kotoran pasien. Belum lagi menerima perintah dari dokter. Perawat memang pantas disebut pembantu!

Ketika mengunjungi sebuah rumah sakit, dengan mudah kita akan menjumpai petugas kesehatan yang berpakaian putih-putih. Jumlahnya paling banyak dan kelihatan paling sibuk, sibuk di lorong-lorong rumah sakit sampai di dalam ruangan perawatan. Mondar-mandir ketika dokter datang dan harus sigap menerima perintah dari dokter. Sudah menjadi yang paling sibuk, amarah pasien maupun keluarga pasien juga harus diterima oleh mereka.

APA YANG HARUS DILAKUKAN BILA MENJUMPAI MOBIL PEMADAM KEBAKARAN/MOBIL AMBULANCE MELINTAS?

APA YANG HARUS DILAKUKAN BILA MENJUMPAI MOBIL PEMADAM KEBAKARAN/MOBIL AMBULANCE MELINTAS?

1. Carilah dari arah mana datangnya suara sirine
2. Jangan panik, kurangi kecepatan (jangan rem mendadak)
3. Nyalakan lampu sein dan menepi ke kiri
4. Bila tidak ada ruang untuk menepi, tetaplah melaju perlahan hingga mendapat ruang untuk menepi

AKTIVITAS

Promosi Kesehatan dan Keperawatan

TENTANG KAMI

Merawat Indonesia Bersama adalah sebuah forum media sosial yang berfungsi sebagai tempat diskusi dan promosi kesehatan yg dibutuhkan oleh tmn2 dan masyarakat yang ingin mengetahui informasi terbaru tentang kesehatan dan keperawatan. Merawat Indonesia Bersama juga selain disini (Blog), terdapat juga dibeberapa media sosial seperti Facebook dan Youtube.